Prof Muhammad Firdaus

mencari dan memberi yang terbaik

 

Keluarga Sanggah Penyebab Hepatitis A

 
Selasa, 15 Desember 2015, 11:00 WIB

BOGOR – Keluarga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terjangkit hepatitis A menyanggah pencapat bahwa pemicu penyakit ini karena masalah kebersihan. Rina Rahmayati menyatakan, putranya, Agung Suharyana (19 tahun), selalu menjaga kebersihan lingkungan kost-nya.

Ibu dua anak yang berdomisili di Kuningan, Jawa Barat, itu bercerita, sebelum merasa kurang sehat, putra sulungnya itu mengikuti kegiatan kampus di Purwokerto selama tiga hari. Ia menduga Agung kelelahan sehingga daya tahan tubuhnya menurun dan virus mudah masuk.

Menurut Rina, selama ini Agung selalu makan teratur dan menjaga kebersihan sekitar kost. Rina juga secara berkala memonitor tempat putranya yang berstatus sebagai penerima beasiswa Bidikmisi itu makan atau beraktivitas.

“Mungkin karena sedang musimnya saja, Neng. Saya dengar mahasiswa IPB lainnya juga banyak yang kena,” tutur Rina yang menunggui putranya di rumah sakit, Senin (14/12). Agung merupakan mahasiswa semester tiga Jurusan Ilmu Ekonomi. Sejak Kamis (10/12), dia diopname di RS Karya Bhakti Pratiwi, Bogor.

Menurut Rina, kemarin, kondisi putranya sudah mulai membaik. Sejak Ahad (13/12), nafsu makannya sudah bagus. Ia menuturkan, Agung merasa tak enak badan sejak Senin pekan lalu. Agung merasa meriang dan mual-mual saat mengikuti perkuliahan di kampus.

Keesokan harinya, pemuda yang tinggal dikost di wilayah Babakan Raya itu segera memeriksakan diri ke Poliklinik IPB. Tim medis poliklinik lantas merujuk Agung untuk tes hepatitis A atau radang hati dan hasilnya positif. Pada Kamis, Agung langsung diopname di Klinik dr Kartili. Menurut Rina, Agung baru dipindah ke RS Karya Bhakti Pratiwi sejak Sabtu pekan lalu.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Muhammad Firdaus menyoroti kondisi ekonomi para mahasiswa terkait merebaknya hepatitis A di IPB. Menurut dia, sebagian mahasiswa IPB merupakan penerima beasiswa Bidikmisi. Mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah dan banyak mengontrak rumah di tempat berharga murah yang kondisinya tidak cukup bersih.

Mahasiswa pengidap hepatitis A lainnya, Satya Adi Purnama (19), juga tak bisa mengira-ngira penyebab penyakit yang ia derita. Mahasiswa semester tiga Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan IPB itu mengaku selalu menjaga kebersihan makanan yang ia konsumsi.

Mahasiswa yang juga penerima Bidikmisi itu berkata, ia makan cukup sebanyak dua atau tiga kali sehari. Ia lebih sering makan di daerah kampus daripada di wilayah kost-nya di Babakan Lio. “Kost-kostan juga tidak kotor, airnya selalu bersih. Selama ini tidak ada masalah.”

Pemuda asal Padang, Sumatra Barat, tersebut, dirawat di RS Karya Bhakti Pratiwi sejak Kamis (10/12). Setelah lima hari, kondisinya mulai membaik. Ia berujar, hari ini atau lusa sudah diperbolehkan pulang apabila dokter menyatakan hasil cek darahnya bagus.

Satya juga tidak lagi mengalami demam dan gejala lain yang mulanya ia alami. “Awalnya dikira demam biasa, tetapi setelah istirahat tidak hilang-hilang, tapi sekarang sudah mendingan,” kata Satya yang dijaga bergantian oleh kakak dan teman-temannya itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Kusnadi mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui akar masalah hepatitis A di IPB dan memutus rantai penularan.

Faktor kebersihan lingkungan yang ditengarai sebagai penyebab, jelas Kusnadi, harus diketahui secara pasti dan bukan sekadar menduga-duga. ”Kami belum bisa menyebutkan apakah penyebab ada di dalam atau luar kampus,” katanya.

Ia menyebutkan, masa inkubasi penyakit yang menular secara fecal-oral itu berlangsung selama 15-50 hari. Investigasi sampel cukup sulit dilakukan karena ribuan mahasiswa IPB makan dan tinggal di lokasi yang berbeda-beda.

Kemarin, Direktur Kemahasiswaan IPB Sugeng Santoso menyatakan, terdapat 13 orang mahasiswa pengidap hepatitis A yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebanyak 12 orang di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dan satu orang di RS Medika Dramaga.

Pada Kamis lalu, sekitar 28 mahasiswa IPB dirawat karena penyakit radang hati tersebut. Menurut dia, tim kelompok kerja IPB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor masih menyelidiki kondisi para mahasiswa lain yang berstatus suspect atau terduga hepatitis A.

Dalam pemeriksaan kesehatan massal selama dua hari, yakni Jumat hingga Sabtu lalu, terdeteksi 46 orang suspect hepatitis A dari total 609 mahasiawa IPB yang menjalani pemeriksaan. Para suspect dirujuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati.

Selanjutnya, apabila mahasiswa dinyatakan positif hepatitis A, pasien akan menjalani rawat inap. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Yonny Koesmaryono menjelaskan, IPB memberlakukan pola pengawasan berkala terhadap kebersihan di dalam dan luar kampus untuk mencegah berulangnya kejadian luar biasa hepatitis A.

Penyuluhan kesehatan, kata dia, telah dan akan terus dilakukan kepada mahasiswa secara bertahap. Begitu pula pemeriksaan kesehatan massal untuk mendata dan menyembuhkan mahasiswa dan anggota sivitas pengidap hepatitis.

Dalam waktu dekat, Bidang Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan kaporisasi di sumur-sumur air, disinfektan asrama, penyelidikan epidemiologis, dan penyuluhan kebersihan makanan serta sanitasi ke pemilik kantin sekitar kampus IPB.  c34 ed: Ferry Kisihandi

 

No Responses to “Keluarga Sanggah Penyebab Hepatitis A”

 

Leave a Reply