Prof Muhammad Firdaus

mencari dan memberi yang terbaik

 

MERUMUSKAN HARGA ECERAN TERTINGGI BERAS

 

Oleh: Muhammad Firdaus
Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB

Sebagai upaya untuk menciptakan stabilisasi harga, di banyak negara dilakukan kontrol terhadap harga di pasar untuk komoditas yang dianggap strategis. Di Indonesia saat isu beras menghangat, disadari harga acuan di tingkat konsumen sebesar Rp.9.500 ternyata tidak efektif. Data yang dipublikasikan baik oleh BPS maupun sistem informasi yang tersedia di smartphone menunjukkan harga beras di pasar eceran jauh lebih tinggi dari harga acuan, mencapai lebih dari Rp.11 sampai dengan 12 ribu rupiah.

Untuk itu Pemerintah perlu menetapkan narga.eceran tertinggi (HET) beras yang lebih ideal. Penetapan HET dimaksudkan sebagai batas teratas harga  penjualan di konsumen baik oleh Bulog maupun bagi pelaku usaha.

HET ditetapkan dengan mempertimbangkan struktur biaya yang wajar, yaitu:
1. Biaya produksi
2. Biaya distribusi
3. Keuntungan
4. dan atau biaya lain.

Biaya produksi harus didefinisikan dengan jelas. Produksi adalah proses mengubah input menjadi output, yang diindikasikan adanya perubahan fisik. Perusahaan pengolah beras menggunakan input gabah petani diolah menjadi beras medium dan premium.
Dalam dunia industri saat ini juga dikenal dengan R2RP, atau rice to rice processing. Beras ditingkatkan kualitasnya dari sisi kandungan beras kepala, warna, kotoran atau benda asing dan juga rasa (prefereensi konsumen).

Biaya distribusi harus dibedakan antara pemasaran melalui pasar becek dan melalui ritel modern. Sudah diketahui awam, harga produk pertanian yang sama dapat berbeda dua kali lipat di kedua tempat tsb.

Di Indonesia tidak ada aturan yang secara tegas membatasi keuntungan para pelaku usaha (profiteering). Dalam prinsip ekonomi. apabila pelaku usaha memperoleh keuntungan yang sangat besar (rasio harga dan biaya marjinal), maka diindikasikan ada persaingan tidak sehat. Untuk dapat menyatakan hal itu perlu investigasi secara mendalam.

Untuk beras, yang inputnya dihasilkan oleh lebih dari 80 persen petani yang secara UU wajib dilindungi, tentu saja penetapan HET dapat digunakan untuk menilai apakah struktur pasar berimbang: apakah setiap aktor yang terlibat dalam rantai nilai: petani, perusahaan pengolah beras dan pedagang memperoleh bagian yang proporsional (trade fairness).

Langkah yang harus dilakukan:
1. Pengumpulan data secara akurat: biaya produksi riil petani padi untuk berbagai varietas dominan (Ciherang, IR dll.) dan varietas lokal; biaya yang dikeluarkan oleh setiap aktor dalam rantai nilai (pedagang pengepul, penggilingan, pedagang besar, pengecer di pasar becek dan pengecer di pasar modern).
2. Singkronisasi data harga gabah; harga beras di penggilingan; harga beras di grosir dan harga beras di pasar eceran antar institusi Pemerintah.
3. Membandingkan rasio keuntungan terhadap biaya yang dikeluarkan oleh setiap aktor, bukan hanya marjin. Proporsional atau berimbang atau wajar dilihat dari rasio tersebut, bukan besaran/nominal.
4. Penegakan sanksi atas pelanggaran peraturan yang telah ditetapkan.

Sebagai bahan pertimbangan, survey dari BPS terhadap harga beras di pasar eceran jauh di atas harga acuan yang ada. Dalam perhitungan inflasi selama ini, tentu yang digunakan bukan harga acuan tapi harga yang diamati di pasar eceran.

 

No Responses to “MERUMUSKAN HARGA ECERAN TERTINGGI BERAS”

 

Leave a Reply