Prof Muhammad Firdaus

mencari dan memberi yang terbaik

 

Tentang Teknik Sampling: Common Mistake?

 

M. Firdaus
Dept. Ilmu Ekonomi FEM-IPB

RIset dimaksudkan untuk menemukan kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmiah dapat bersifat sementara. Ada proses falsifikasi terhadap tertolaknya suatu teori karena penemuan fakta-fakta yang lebih baru. Jadikan kebiasaan untuk tidak secara mutlak percaya pada hasil riset buatan manusia.

Untuk menjawab tujuan riset, metode yang digunakan harus tepat (appropriate). Salah satu unsur untuk menilai ketepatan tersebut adalah terkait teknik penguumpulam data yang akan dianalisis. GIGO bisa saja terjadi.

Teknik pengambilan contoh (sampling) karena mencacah semua unit populasi tidak mungkin dilakukan, menjadi penting untuk dikuasai dengan mumpuni oleh peneliti. Banyak referensi yang membahas terkait hal ini. Ada yang menggunakan dasar jumlah variabel yang akan dianalisis, pengujian dengan asumsi distribusi normal, dan beberapa formula khusus yang sudah dipublikasi dalam jurnal ternama.

Salah satu formula teknik sampling yang banyak digunakan dalam penelitian bidang ilmu sosial adalah Slovin. Sudah cukup lama didiskusikan oleh peneliti di luar bahwa referensi asli dari tulisan Slovin yang ditenggarai ditulis tahun 1960 masih menjadi pertanyaan besar. Beberapa buku teks yang mengutip Slovin pun ternyata tidak mencantumkan dalam daftar pustakanya tulisan dari Slovin tersebut, apakah dalam artikel jurnal atau buku.

Di Indonesia, sudah menjadi kelaziman mahasiswa dan peneliti menggunakan formula Slovin untuk menghitung ukuran sampel yang akan diambil. Beberapa buku metodologi penelitian yang banyak dipakai mahasiswa kita bahkan memuat formula ini dalam teks di dalam, dengan menulis acuan Slovin (1960), namun lagi-lagi tidak ada tulisan tersebut dalam daftar pustakanya. Demikian juga dengan beberapa artikel yang dipublikasi di jurnal nasional terakreditasi. Padahal ini melanggar kaidah ilmiah, bahkan ada yang mengkategorikannya sebagai bagian dari plagiarisme.

Apakah formula perhitungan ukuran sampel yang lebih jelas referensinya tidak ada? Banyak. Sebagai contoh salah satu yang populer adalah tabel yang disediakan oleh Kretjie dan Morgan (1970). Bahkan terdapat tulisan yang membandingkan akurasi dari formula ini dibandingkan dengan formula yang disusun oleh Cohen yang diperbaharui (1992). Menarik utnuk dipelajari, jika semangat untuk terus membaca.

Metode penelitian adalah salah satu unsur yang menentukan sahih tidaknya kesimpulan yang akan disampaikan oleh peneliti. Tentu ada faktor-faktor lain yang sangat menentukan tingkat kepercayaan awam terhadap hasil riset. Hati nurani yang bersih untuk pengembangan ilmu pengetahuan atau kemaslahatan umat sejatinya yang akan menentukan kebermanfaatan hasil riset. Semoga saya dan kita semua terus belajar menjadi peneliti yang semakin handal dan ikhlas.

 

No Responses to “Tentang Teknik Sampling: Common Mistake?”

 

Leave a Reply